Baby Hello Kitty

Rabu, 16 Maret 2016

Pengertian Bunyi Menurut Fisika

Pengertian Bunyi Menurut Fisika | Bunyi termasuk salah satu jenis gelombang yang dapat dirasakan oleh indera pendengaran (telinga). Dalam fisika, Pengertian bunyi adalah sesuatu yang dihasilkan dari benda yang bergetar. Benda yang menghasilkan bunyi disebut sumber bunyi. Sumber bunyi yang bergetar akan menggetarkan molekul-molekul udara yang ada disekitarnya. Dengan demikian, syarat terjadinya bunyi adalah adanya benda yang bergetar. Perambatan bunyi memerlukan medium. Kita dapat mendengar bunyi jika ada medium yang dapat merambatkan bunyi. Ada beberapa syarat yang harus dipenuhi agar bunyi dapat terdengar. Syarat terjadi dan terdengarnya bunyi adalah:
  • ada benda yang bergetar (sumber bunyi)
  • ada medium yang merambatkan bunyi, dan
  • ada penerima yang berada di dalam jangkauan sumber bunyi
Bunyi memiliki cepat rambat yang terbatas. Bunyi memerlukan waktu untuk berpindah dari satu tempat ke tempat lain. Cepat rambat bunyi sebenarnya tidak terlampau besar. Cepat rambat bunyi jauh lebih kecil dibandingkan denga cepat rambat cahaya. Bahkan sekarang orang telah mampu membuat pesawat yang dapat terbang beberapa kali daripada cepat rambat bunyi. Cepat rambat bunyi sering dirumuskan sebagai berikut:
v = s / t 
v = cepat rambat bunyi (m/s), s = jarak sumber ke pengamat (m), t = selang waktu (s)
Bunyi memiliki sifat-sifat tertentu. Sifat-sifat gelombang bunyi tersebut, antara lain:
  • Merupakan gelombang longitudinal
  • Tidak bisa merambat pada ruang hampa
  • Kecepatan rambatnya dipengaruhi oleh kerapatan medium perambatannya (padat, cair, gas). Paling cepat pada medium yang kerapatannya tinggi.
  • Dapat mengalami resonansi dan pemantulan.
Bunyi dapat mengalami resonansi. Apa itu resonansi? Pengertian resonansi adalah peristiwa ikut bergetarnya suatu benda akibat getaran benda lain, karena frekuensinya sama. Bunyi dapat mengalami pemantulan, proses pemantulan bunyi dimanfaatkan pada:
  • Penentuan cepat rambat bunyi
  • Pendeteksian cacat dan retak pada pipa logam
  • Survei geofisika
  • Pengukuran ketebalan pelat logam
  • Pengukuran kedalaman tempat.
Bunyi dikategorikan ke dalam beberapa jenis. Jenis-jenis bunyi antara lain sebagai berikut:
  • Bunyi infrasonik: yaitu bunyi yang frekuensinya kurang dari 20 Hz, dan dapat didengar oleh anjing, jangkrik, angsa, dan kuda.
  • Bunyi audiosonik, yaitu bunyi yang frekuensinya berada antra 20 Hz-20.000 Hz dan dapat didengar manusia.
  • Bunyi untrasonik, yaitu bunyi yang frekuensinya lebih dari 20.000 Hz, dapat didengar oleh kelelawar dan lumba-lumba.
  • Nada, yaitu bunyi yang frekuensinya beraturan.
  • Desah, yaitu bunyi yang frekuensinya tidak teratur.
  • Gaung atau kerdam, yaitu bunyi pantul yang sebagian datang bersamaan dengan bunyi asli, sehingga menggangu bunyi asli.
  • Gema yaitu, bunyi pantul yang datang setelah bunyi asli, sehingga memperkuat bunyi asli.

pengertian Gerak Serta Macam & Jenis Gerak Semu/Relatif, Ganda Dan Lurus


A. Arti / Definsi / Pengertian Gerak
Gerak adalah suatu perubahan tempat kedudukan pada suatu benda dari titik keseimbangan awal. Sebuah benda dikatakan bergerak jika benda itu berpindah kedudukan terhadap benda lainnya baik perubahan kedudukan yang menjauhi maupun yang mendekati.
B. Jenis / Macam-Macam Gerak
1. Gerak Semu atau Relatif
Gerak semu adalah gerak yang sifatnya seolah-olah bergerak atau tidak sebenarnya (ilusi).
Contoh :
– Benda-benda yang ada diluar mobil kita seolah bergerak padahal kendaraanlah yang bergerak.
– Bumi berputar pada porosnya terhadap matahari, namun sekonyong-konyong kita melihat matahari bergerak dari timur ke barat.
2. Gerak Ganda
Gerak ganda adalah gerak yang terjadi secara bersamaan terhadap benda-benda yang ada di sekitarnya.
Contoh :
Seorang bocah kecil yang kurus dan dekil melempar puntung rokok dari atas kereta rangkaia listrik saat berjalan di atap krl tersebut. Maka terjadi gerak puntung rokok terhadap tiga (3) benda di sekitarnya, yaitu :
– Gerak terhadap kereta krl
– Gerak terhadap bocah kecil yang kurus dan dekil
– Gerak terhadap tanah / bumi
3. Gerak Lurus
Gerak lurus adalah gerak pada suatu benda melalui lintasan garis lurus. Contohnya seperti gerak rotasi bumi, gerak jatuh buah apel, dan lain sebagainya. Gerak lurus dapat kita bagi lagi menjadi beberapa jenis, yaitu :
a. Gerak lurus beraturan (GLB)
Gerak lurus beraturan adalah gerak suatu benda yang lurus beraturan dengan kecepatan yang tetap dan stabil.
Misal :
– Kereta melaju dengan kecepatan yang sama di jalur rel yang lurus
– Mobil di jalan tol dengan kecepatan tetap stabil di dalam perjalanannya.
b. Gerak lurus berubah beraturan (GLBB)
Gerak lurus berubah beraturan adalah gerak suatu benda yang tidak beraturan dengan kecepatan yang berubah-ubah dari waktu ke waktu.
Misalnya :
– Gerak jatuhnya tetesan air hujan dari atap ke lantai
– Mobil yang bergerak di jalan lurus mulai dari berhenti

Bagian-Bagian Kulit Beserta Fungsinya



Dalam kehidupan sehari-hari kulit mempunyai peran penting untuk kita. Salah satu fungsinya adalah mengeluarkan zat sisa seperti keringat. Kulit tersusun atas tiga lapisan, yaitu epidermis (lapisan luar/kulit ari), dermis (lapisan dalam/kulit jangat, dan hipodermis (jaringan ikat dibawah kulit).
Image
Kulit dibagi menjadi 3 lapisan yaitu :
  • Lapisan Epidermis
Epidermis merupakan lapisan kulit yang terluar, terdiri dari lapisan sel yang telah mati yang disebut juga lapisan tanduk.  Fungsi epidermis adalah sebagai sawar pelindung terhadap bakteri, iritasi kimia, alergi dan lain-lain.
Epidermis dapat dibagi menjadi 5 lapisan :
  • Stratum corneum (lapisan tanduk).
Stratum corneum merupakan lapisan kulit yang paling luar.  Stratum korneum paling tebal pada telapak kaki dan paling tipis pada pelupuk mata, pipi dan dahi. Lapisan ini tersusun atas sel-sel mati yang mudah mengelupas.
  • Stratum lucidum (daerah rintangan).
Lapisan ini berwarna terang dan hanya nampak pada lapisan kulit yang tebal. Hanya terlihat pada telapak kaki dan telapak tangan.
  • Stratum granulosum (lapisan seperti butir).
Lapisan ini menggandung sel-sel bergranula yang menghambar pengeluaran air berlebih. Stratum granulosum berpartisipasi aktif  dalam proses keratinisasi, hanya mekanismenya belum diketahui jelas.
  • Stratum spinosum (lapisan sel duri).
Stratum spinosum (stratum malpighi) terdiri dari beberapa lapis sel yang berbentuk poligonal yang besarnya berbeda-beda karena adanya proses mitosis. Lapisan ini adalah lapisan paling tebal di epidermis.
  • Stratum germinativum (lapisan sel basal).
Lapisan ini selalu tumbuh dan membelah, lapisan ini banyak ditemukan sel melanosit yang menghasilkan pigmen melanin yang menentukan warna kulit seseorang.
  • Lapisan Dermis
Dermis memiliki ketebalan 3-5 mm, merupakan anyaman serabut kolagen dan elastin yang bertanggung jawab untuk sifat-sifat penting dari kulit.  Dermis mengandung pembuluh darah, pembuluh limfe, gelembung rambut, kelenjar lemak (sebasea), kelenjar keringat, otot dan serabut saraf.
  • Kelenjar Keringat (Glandula Sudorifera)
Kelenjar ini berfungsi mengeluarkan keringat melalui saluran keringat yang bermuara di pori-pori kulit.
  • Kelenjar Minyak ( Glandula Sebasea)
Kelenjar minyak berfungsi menghasilkan minyak (sebum). Minyak yang dikeluarkan berfungsi untuk melumasi kulit dan membuat rambut tidak kering.
  • Kantong Rambut
Di dalam kantong rambut terdapat akar rambut dan batang rambut. Kantong rambut dilengkapi dengan otot penegak rambut. Pada saat udara dingin, otot rambut berkontraksi yang menyebabkan tegaknya batang rambut.
  • Pembuluh Kapiler Darah
Pembuluh kapiler darah berfungsi mengedarkan zat-zat makanan yang diperlukan untuk pertumbuhan rambut dan sel-sel kulit.
  • Ujung-Ujung Saraf Penerima Rangsang
Ujung-Ujung saraf penerima rangsang meliputi :
a) Pacini : Tekanan
b) Ruffini : Panas
c) Krause : dingin
d) Meissener : sentuhan
  • Lapisan Hipodermis (Jaringan ikat bawah kulit terletak di bawah kulit jangat)
Di dalam lapisan ini terdapat lemak yang berfungsi untuk cadangan makanan, menahan panas tubuh, melindungi tubuh bagian dalam terhadap benturan dari luar.
a) Alat pengeluaran keringat.
b) Tempat pembentukan vitamin D dari provitamin D dengan bantuan sinar matahari.
c) Tempat penyimpanan kelebihan lemak.
d) Melindungi tubuh terhadap kuman dari luar.
e) Alat peraba, di ujung kulit terdapat saraf indra yang dapat merasakan kasar dan halus.
f) Alat perasa dingin, panas, nyeri, pedih, dan lain-lain
Gambar :
Image
  • Fungsi Kulit diantaranya :
-Pelindung mekanik, seperti pukulan dan suhu
-Alat peraba
-Penyimpan lemak
-Mengekskresikan keringat
-Tempat perubahan provitamin D menjadi vitamin D

Pengertian Fungsi Dan Bagian-Bagian Hati


Pembahasan kali ini tentu tidaklah kalah menariknya dengan pembahasan waktu lalu, dimana pada waktu itu saya membahas mengenai Keanekaragaman Hayati yang mendapat sambutan yang antusias, Kita mengetahui hati adalah organ peting bagi kelangsungan hidup manusia, Akan tetapi sudahkah kamu mengetahui dengan pasti bagai mana sih struktur hati itu sendiri, atau apa saja sih Bagian-bagian dari hati serta pengertian hati, Semua itu akan terjawab jika anda membaca artikel Penertian Dan Fungsi Hati ini secarah utuh dan tuntas.
fungsi hati manusia
Jika kita artikan secara Umum hati merupakan kelenjar  terbesar dalam tubuh yang beratnya sekitar 1300-1550 gram, berwarna merah cokelat, terdapat pembuluh darah yang banyak dan bersifat lunak. terbesar dalam tubuh yang beratnya sekitar 1300-1550 gram, berwarna merah cokelat, terdapat pembuluh darah yang banyak dan bersifat lunak. Hati berbentuk baji yang permukaan dasarnya ada pada sisi kanan dan puncaknya berada pada sisi kiri tubuh.

Bagian Bagian Hati Manusia

Pada dasarnya Hati dapat kita bagi menjadi empat Bagian atua yang lebih di kenal dengan Nama lobus. sementara ada dua lobus utama – lobus kanan, yang jauh lebih besar, dan lobus kiri. Setiap lobus terdiri dari unit multi-sisi yang disebut lobulus. Sebagian hati memiliki antara 50.000 dan 100.000 lobulus. Setiap lobulus terdiri dari vena sentral yang dikelilingi oleh sel-sel hati kecil dikelompokkan dalam lembaran atau bundel. Sel-sel ini kemudian melakukan pekerjaan hati dan Rongga sinusoid di kenal sebagai memisahkan kelompok seldalam sebuah lobulus.Sinusoid memberikan hati tekstur kenyal dan memungkinkan untuk menyimpan sejumlah besar darah.
Jika kita melihat dengan detail ternyata sistem suplai darah pada Hati tidak biasa seperti organ tubuh lainya. hati menerimah darah yang mengandung Oksigen dari jantung. Darah itu memasuki hati melalui arteri hepatik.hati juga menerima darah penuh dengan Nutrisi, atau partikel makanan yang di cerna, dari usus kecil. Darah ini memasuki hati melalui vena portal. Dalam hati, arteri hepatik dan cabang vena portal ke dalam jaringan pembuluh darah kecil yang bermuara di sinusoid.
Sel sel yang di miliki hati menyerap Nutrisi dan juga oksigen dari darah yang mengalir melalui sinusoid. Sel sel ini juga menyaring limbah dan racun yang datang, Pada waktu bersamaan sel sel tersebut mengeluarkan gula, vitamin, mineral, dan zat lainya ke dalam darah.Sinusoid mengalir ke vena sentral, yang bergabung membentuk vena hepatika. Darah meninggalkan hati melalui vena hepatika.
Pada lobulus juga terkandung kapiler empedu, yang berbentuk tabung kecil membawa empedu kemudian disekresikan oleh sel-sel hati. Kapiler empedu bergabung untuk membentuk saluran empedu, yang membawa empedu dari hati. kemudian setelah meninggalkan hati, saluran empedu bergabung bersama, membentuk duktus hepatika. Hati memproduksi empedu terus menerus, bahkan jika usus kecil tidak mencerna makanan. Kelebihan empedu mengalir ke kandung empedu, di mana disimpan untuk digunakan nanti. Empedu dari hati dan kandung empedu mengalir ke dalam usus kecil melalui saluran empedu.
Seperti yang sudah di Singgung di Atas hati merupakan organ padat terbesar dalam tubuh. mungkin banyak orang yang tidak tahu bahwasanya hati juga merupakan kelenjar terbesar dalam tubuh. Hati sebenarnya adalah dua jenis kelenjar. Ini merupakan kelenjar sekresi karena memiliki struktur khusus yang dirancang untuk memungkinkan untuk membuat serta mengeluarkan empedu ke dalam saluran empedu. Hal ini juga merupakan kelenjar endokrin karena itu membuat dan mengeluarkan bahan kimia secara langsung ke dalam darah yang memiliki efek pada organ-organ lain di dalam tubuh. Empedu merupakan cairan yang baik membantu dalam pencernaan dan penyerapan lemak serta membawa produk-produk limbah ke dalam usus.
Taukah Kamu di dalam tubuh manusia ada banyak kelenjar yang membuat dan mengeluarkan zat, termasuk pankreas (enzim pencernaan), tiroid dan kelenjar endokrin lainya(hormon), kelenjar lambung di perut(asam) dan kelenjar getah bening.

Fungsi Hati Pada Manusia

Jika Selama ini di dalam fikiran kita tertanam Bahwasanya Fungsi hati untuk merasakan Emosi dan sejenisnya, ternyata Hati juga memiliki Fungsi Yang lebih komplek, di antaranya sebagai Berikut ini :
obat obatan
Menawarkan racun dan menetralkan racun (detoksifikasi)
Hati Mampu menghilangkan racun yang masuk ke dalam darah dengan cara membersihkannya terhadap zat-zat yang berbahaya misalnya alkohol dan obat-obatan yang kita minum baik secara sengaja maupun tidak sengaja.
Metabolisme karbohidrat
Glukosa dan monoksarida lain seperti galaktosa dan fluktosa diubah ke glikogen. Glikogen merupakan karbohidrat pembentukannya dari ratusan unit glukosa yang terikat secara bersama. Keuntungan menyimpan karbohidrat menjadi glikogen adalah memudahkan dalam menghasilkan energi, produksi energi yang tinggi, tidak mengganggu kandungan dari cairan antarsel.
Membantu membuang zat bilirubin
Tau kah kamu Pembaca genggaminternet.com Bilirubin adalah zat yang tidak baik bagi tubuh sehingga harus dibuang melalui sistem ekskresi
Metabolisme lemak
Tau kah kamu Pembaca genggaminternet.com lemak akan keluar ketika dibutuhkan tubuh dari tempat penyimpanannya yang kemudian diangkut melalui darah menuju ke hati dan selanjutnya dipecah menjadi asam lemak dan gliserol
Sebagai tempat pembentukan dan pembongkaran sel darah merah
Tau kah kamu Pembaca genggaminternet.com Dalam 6 bulan kehidupan janin, hati akan menghasilkan sel darah merah yang berangsur-angsur diambil alih oleh sumsum tulang dimana terdiri dari 3 juta sel darah melewati hati yang akan dihancurkan dalam setiap detiknya. dan zat yang masih terdapat dalam darah digunakan untuk membentuk sel darah merah yang baru.
Metabolisme protein
Tau kah kamu Pembaca genggaminternet.com Terdapat asam amino yang tidak butuhkan oleh tubuh yang dikeluarkan dalam bentuk urea dan asam urat melalui sel hati ke dalam darah untuk diekresi oleh ginjal dan kemudian dibuang melalui urine.
Tempat penyimpanan berbagai zat
Tau kah kamu Pembaca genggaminternet.com Hati juga merupakan tempat dalam penyimpanan berbagai zat seperti lemak, glikogen, vitamin A, B12, D, dan K, serta zat besi.
Sintetis kolesterol dan protein plasma
Hati dapat mensintetis koleterol dan steroid serta produk protein plasma misalnya prtorombin, fibrinogen, dan sebagian besar globulin.
Menghasilkan zat yang dapat melarutkan lemak
Hati menghasilkan sekitar 0,5 – 1 liter cairan empedu dalam setiap hari. Cairan empedu tersebut akan melarutkan lemak yang ada didalam usus.
Mengatifkan vitamin D
Hati dan peran ginjal yang keduanya berpartisipasi dalam mengaktifkan vitamin D

Berikut Beberapa Istilah yang mucul di pembahasan di atas yang mungkin ada sebagain besar teman-teman kurang memahaminya, oleh karenanya pada akhir artikel ini saya buat catatanya.
Vena hepatika
Pembuluh darah yang berfungsi dalam mengangkut darah terdeoksigenasi dan darah yang telah disaring oleh hati adalah darah dari lambung, usus kecil, usus besar, pankreas ke vena kava inferior.
Vena sentralis
Pada bagian tengah tiap lobulus. Vena bergabung menjadi vena yang lebih besar dan membentuk vena hepatika yang selanjutnya menuju ke dalam vena kava interior.
Lakuna
Adalah ruangan yang memisahkan antara satu lobulus dengan lobulus lainnya.
Diafragma
Ini merupakan membran otot yang memisahkan dada dari perut.
Kantung empedu
Ini merupakan bagian dari sistem empedu yang berfungsi dalam reservoir penyimpanan untuk empedu.
Arteri hepatika
Adalah sebuah arteri yang berfungsi dalam mendistribusikan darah ke hati, pankreas dari empedu serta lambung bagian duodenum dari usus halus.

Stuktur Dan Fungsi Pada Gigi


Advertisement
 
Gigi merupakan organ tubuh manusia yang paling keras, lebih keras dari tulang. Bahkan gigi manusia dapat membengkokkan alumunium dan merusak batu bata tanpa mengalami kerusakan. Gigi lebih kuat dari logam baja pada pemanasan dengan suhu sangat tinggi. Pada suhu tertentu baja akan meleleh menjadi cair, namun pada suhu yang sama gigi yang dipanaskan tidak akan meleleh. Orang yang telah meninggal selama ratusan tahun, akan mengalami pembusukan hingga tulang-tulangnya, dan gigi adalah organ terahir yang masih tersisa.

Struktur Gigi

Gigi manusia dapat dibagi menjadi 3 bagian yang berbeda, yaitu mahkota gigi, leher gigi, dan akar gigi. Mahkota gigi merupakan bagian gigi yang tidak tertanam pada gusi sehingga dapat terlihat dari luar. Bagian terluar dari mahkota gigi adalah email, merupakan lapisan tipis dan paling keras karena memiliki komponen 98% mineral. Di bawah email terdapat dentin, bagian ini tersusun atas 40% mineral sehingga masih cukup keras. Bagian ini tidak memiliki saraf dan pembuluh darah sehingga tidak menimbulkan rasa sakit apabila rusak atau berlubang.
struktur gigi
Struktur gigi manusia
Leher gigi merupakan bagian yang tertanam dalam gusi dan menghubungkan mahkota dengan akar gigi. Bagian akar gigi tertanam dalam pada gusi dan berhubungan dengan tulang rahang. Pada akar gigi terdapat sumsum gigi yang di dalamnya banyak terdapat saraf dan pembuluh darah. Apabila gigi berlubang dan mencapai bagian ini, dapat menimbulkan rasa sangat sakit apabila mendapat tekanan fisik.
Bagian terluar akar gigi disebut sebagai semen, yang memiliki ribuan serat yang mengikat gigi pada tulang rahang. Serat-serat semen dan jaringan ikat lain membentuk jaringan periodontal yang berfungsi sebagai bantalan bagi gigi.

Jenis-Jenis Gigi

Manusia dan hewan memiliki 3 jenis gigi yang berbeda, yaitu gigi seri, gigi taring, dan gigi geraham. Gigi seri memiliki bentuk agak pipih mirip seperti kapak dan digunakan untuk memotong makanan. Gig taring berbentuk runcing dan berfungsi untuk mengoyak makanan. Sedangkan gigi geraham berbentuk balok dengan ujung yang beralur yang berfungsi untuk mengunyah atau menghaluskan makanan.
Anak kecil memiliki jumlah gigi yang berbeda dengan orang dewasa. Gigi anak-anak disebut dengan gigi susu dan berjumlah 20 buah dengan susunan sebagai berikut.
  • Rahang atas     : 4 gigi seri, 2 gigi taring, 4 gigi geraham
  • Rahang bawah : 4 gigi seri, 2 gigi taring, 4 gigi geraham

gigi susu dan permanan
Susunan dan rumus gigi susu dan permanen
Gigi-gigi susu tersebut akan tanggal satu persatu dan digantikan dengan gigi permanen. Tidak seperti ikan hiu yang giginya dapat terus berganti, apabila gigi permanen manusia telah tanggal tidak akan tumbuh gigi yang baru lagi. Gigi permanen berjumlah 32, dengan susunan sebagai berikut.
  • Rahang atas     : 4 gigi seri, 2 gigi taring, 4 gigi geraham depan, 6 gigi geraham belakang
  • Rahang bawah : 4 gigi seri, 2 gigi taring, 4 gigi geraham depan, 6 gigi geraham belakang

Awalnya gigi permanen hanya berjumlah 20 buah, namun seiring pertambahan umur gigi geraham belakang akan tumbuh satu-persatu hingga jumlahnya mencapai 32.

Fungsi Gigi

Fungsi utama gigi adalah sebagai organ pencerna mekanik untuk menghaluskan makanan sebelum ditelan. Makanan perlu dihaluskan terlebih dahulu agar lebih mudah bagi enzim untuk mencerna makanan secara enzimatik. Partikel makanan yang berukuran lebih kecil akan menghasilkan luas permukaan yang lebih luas sehingga kerja enzim dapat maksimal.
Selain berfungsi untuk menghaluskan makanan, gigi juga berfungsi untuk estetika wajah. Struktur gigi seseorang sangat mempengaruhi bentuk wajahnya. Orang yang memiliki struktur gigi menjorok ke depan akan memiliki wajah yang dianggap kurang menarik dibandingkan orang yang memiliki gigi yang rata. Struktur gigi yang gingsul (kurang rata) dinggap sebagian orang sebagai sesuatu yang unik dan menjadikan senyuman seseorang menjadi napak lebih manis.
Gigi juga berfungsi dalam membentuk suara yang dihasilkan seseorang. Orang tua yang telah kehilangan banyak gigi cenderung mengeluarkan suara yang tidak jelas ketika berbicara. Hal ini karena posisi gigi dan lidah sangat menentukan dalam membentuk dan memperjelas suara yang dihasilkan oleh pita suara. 

Stuktur, Jaringan, Jenis & Fungsi Akar Pada Tumbuhan

Fungsi Akar Pada Tumbuhan
Adapun fungsi akar pada tumbuhan secara umum sebagai berikut.
1) Sebagai penyokong Batang Tumbuhan
2) tempat melekatnya tumbuhan pada media (tanah) karena memiliki kemampuan menerobos lapisan-lapisan tanah.
3) Menyerap garam mineral dan air melalui bulu-bulu akar.
4) Pada beberapa tanaman, akar digunakan sebagai tempat penyimpanan makanan cadangan, misalnya wortel dan ketela pohon.
5) Pada tanaman tertentu, seperti jenis tumbuhan bakau (Rhizopora sp.) akar berperan untuk pernapasan.
6) Alat perkembangbiakan vegetatif pada tumbuhan tertentu.


Jenis Jenis Akar Tumbuhan


Berdasarkan jenisnya, akar tumbuhan terbagi menjadi tiga jenis , yaitu  jenis akar tunggang , jenis akar serabut dan jenis akar adventif.

Jenis akar tunggang dimiliki oleh akar tumbuhan dikotil, sedangkan Jenis akar serabut dimiliki oleh akar tumbuhan monokotil. Pada Jenis akar tunggang terdiri atas sebuah akar besar dengan beberapa cabang dan ranting akar. Akar berasal dari perkembangan akar primer biji yang berkecambah. ( Jenis Akar Tunggang Tumbuhan )

Sementara pada jenis akar serabut, terdiri atas sejumlah akar kecil, ramping yang ke semuanya memiliki ukuran sama. Sistem perakaran serabut terbentuk pada waktu akar primer membentuk cabang sebanyak banyaknya, cabang tidak menjadi besar, dan akar primer selanjutnya mengecil, bentuknya mirip benang-benang. Perhatikan Gambar 1. ( Jenis Akar Serabut Tumbuhan )

Gambar 1. Sistem akar tunggang

dan sistem akar serabut


Sedangkan jenis perakaran adventif, merupakan akar yang tumbuh dari setiap bagian tubuh tanaman dan bukan akar primer. Misalnya akar yang keluar dari umbi batang, akar yang keluar dari batang (cangkokan). ( Jenis Akar Adventif Tumbuhan )

Gambar 2. Akar liar (adventitious)

pada tanaman jagung


Selain menjulur dari dasar tunas, akar tumbuhan juga dapat keluar dari permukaan tanah. Akar demikian bisa muncul dari batang ataupun daun. Kita dapat menyebut akar yang tumbuh pada bagian yang tidak semestinya ini dengan nama akar liar atau adventitious (lihat Gambar 2.). Akar liar berfungsi sebagai penyangga dan penyokong batang tumbuhan yang menjulang tinggi. Sebagai contoh ialah akar tanaman jagung yang tumbuh dari batangnya.

Struktur & Jaringan Penyusun Akar pada tumbuhan Secara morfologi dan anatomi

Secara morfologis ( dipotong membujur )  Struktur dan Jaringan akar terdiri atas : leher akar (pangkal akar), batang akar, cabang akar, serabut akar, rambut akar, ujung akar, dan tudung akar (kaliptra). Perhatikan Gambar 3.

Gambar 3. Akar dan bagian-bagiannya


Bagian akar yang secara langsung terhubung dengan batang disebut leher akar. Sementara bagian yang berada di antara leher dan ujung akar dinamakan batang akar. Selanjutnya, akar juga memiliki bagian menonjol pada batang yang membentuk cabang akar. Selain itu, ada juga akar halus bercabang-cabang yang disebut serabut akar. Lalu, akar juga memiliki bagian yang mengalami diferensiasi pada jaringan epidermisnya. Bagian ini dinamakan rambut akar. Sementara, bagian ujung akar yang berfungsi sebagai pelindung mesistem saat akar memanjang menembus tanah disebut tudung akar.

Akar berkembang dari meristem apikal di ujung akar yang dilindungi kaliptra (tudung akar). Meristem apikal selalu membelah diri menghasilkan sel-sel baru. Sel-sel baru terbentuk pada bagian tudung akar atau bagian dalam meristem apikal. Pembelahan meristem apikal membentuk daerah pemanjangan, disebut zona perpanjangan sel. Di belakangnya terdapat zona diferensiasi sel dan zona pendewasaan sel. Pada zona diferensiasi sel, sel-sel akar berkembang menjadi beberapa sel permanen. Misalnya beberapa sel terdiferensiasi menjadi xilem, floem, parenkim, dan sklerenkim. Perhatikan Gambar 4.

Gambar 4

Struktur morfologi akar


Secara anatomi ( dipotong melintang ) Struktur dan jaringan  penyusun akar tumbuhan sebagai berikut :

1) Epidermis terdiri dari satu lapis sel yang tersusun rapat. Dinding selnya tipis sehingga mudah ditembus air. Memiliki rambut-rambut akar yang merupakan hasil aktivitas sel dari belakang titik tumbuh. Rambut rambut akar berfungsi memperluas bidang penyerapan.
2) Korteks terdiri dari banyak sel dan tersusun berlapislapis, dinding selnya tipis dan mempunyai banyak ruang antarsel untuk pertukaran gas. Jaringanjaringan yang terdapat pada korteks antara lain: parenkim, kolenkim, dan sklerenkim.

 Gambar 5.

Pita Kaspari pada sel endodermis. Sel endodermis dengan penebalan gabus ini sulit ditembus oleh air.

3) Endodermis terletak di sebelah dalam korteks. Endodermis berupa satu lapis sel yang tersusun rapat tanpa ruang antarsel. Dinding selnya mengalami penebalan gabus. Deretan sel-sel endodermis dengan penebalan gabusnya dinamakan pita kaspari. Pita kaspari ini tidak tembus air dan zat-zat terlarut lainnya. Air dan zat-zat terlarut yang melewati endodermis harus melalui protoplasma yang melekat pada pita kaspari dan melalui dinding sel yang letaknya sejajar dengan silinder pusat. (Gambar 2.13 pita kaspari) .Pada lapisan endodermis juga ditemui lapisan yang mengalami penebalan zat gabus. Penebalan tersebut membentuk huruf U, sehingga disebut sel U. Sel ini bersifat impermiabel sehingga tidak dapat dilalui air.  Penebalan gabus ini tidak dapat ditembus oleh air, sehingga air harus masuk ke silinder pusat melalui sel endodermis yang  terletak segaris dengan xilem yang dindingnya tidak menebal, yang disebut sel penerus air. Jadi Endodermis merupakan pemisah antara korteks dengan stele serta berfungsi sebagai pengatur jalannya larutan yang diserap dari tanah masuk ke silinder pusat..
4) Stele (silinder pusat) terletak di sebelah dalam endodermis. Berkas pengangkutan terdapat di antara stele.


Jaringan penyusun anatomi akar secara umum dapat Anda amati pada Gambar 6. berikut.

Gambar 6.

Struktur jaringan penyusun akar tumbuhan Dikotil dan akar tumbuhan Monokotil yang diamati secara melintang

Pengertian, Bagian-Bagian Dan Fungsi Ginjal

Ginjal adalah organ ekskresi dalam vertebrata yang berbentuk mirip kacang. Sebagai bagian dari sistem urin, ginjal berfungsi menyaring kotoran (terutama urea) dari darah dan membuangnya bersama dengan air dalam bentuk urin. Cabang dari kedokteran yang mempelajari ginjal dan penyakitnya disebut nefrologi.

Anatomi dasar

Letak

Manusia memiliki sepasang ginjal yang terletak di belakang perut atau abdomen. Ginjal ini terletak di kanan dan kiri tulang belakang, di bawah hati dan limpa. Di bagian atas (superior) ginjal terdapat kelenjar adrenal (juga disebut kelenjar suprarenal).
Ginjal adalah sepasang organ saluran kemih yang terletak di rongga retroperitoneal bagian atas. Bentuknya menyerupai kacang dengan sisi cekungnya menghadap ke medial. Kedua ginjal terletak di sekitar vertebra T12 hingga L3. Ginjal kanan biasanya terletak sedikit di bawah ginjal kiri untuk memberi tempat untuk hati.
Sebagian dari bagian atas ginjal terlindungi oleh iga ke sebelas dan duabelas. Kedua ginjal dibungkus oleh dua lapisan lemak (lemak perirenal dan lemak pararenal) yang membantu meredam goncangan.
Potongan membujur ginjal

Struktur detail

Berat dan besar ginjal bervariasi; hal ini tergantung jenis kelamin, umur, serta ada tidaknya ginjal pada sisi lain.Pada orang dewasa, rata-rata ginjal memiliki ukuran panjang sekitar 11,5 cm, lebar sekitar 6 cm dan ketebalan 3,5 cm dengan berat sekitar 120-170 gram atau kurang lebih 0,4% dari berat badan.[1] Ginjal memiliki bentuk seperti kacang dengan lekukan yang menghadap ke dalam. Di tiap ginjal terdapat bukaan yang disebut hilus yang menghubungkan arteri renal, vena renal, dan ureter.

Vaskularisasi

Aliran darah ginjal berasal dari arteri renalis yang merupakan cabang langsung dari aorta abdominalis, sedangkan yang mengalirkan darah balik adalah vena renalis yang merupakan cabang vena kava inferior. Sistem arteri ginjal adalah tidak ada anastomosis ke cabang arteri lain

Organisasi

Bagian paling luar dari ginjal disebut korteks, bagian lebih dalam lagi disebut medulla. Bagian paling dalam disebut pelvis. Pada bagian medulla ginjal manusia dapat pula dilihat adanya piramida yang merupakan bukaan saluran pengumpul. Ginjal dibungkus oleh jaringan fibros tipis dan mengkilap yang disebut kapsula fibrosa ginjal dan di luar kapsul ini terdapat jaringan lemak perirenal. Di sebelahatas ginjal terdapat kelenjar adrenal. Ginjal dan kelenjar adrenal dibungkus oleh fasia gerota. Unit fungsional dasar dari ginjal adalah nefron yang dapat berjumlah lebih dari satu juta buah dalam satu ginjal normal manusia dewasa. Nefron berfungsi sebagai regulator air dan zat terlarut (terutama elektrolit) dalam tubuh dengan cara menyaring darah, kemudian mereabsorpsi cairan dan molekul yang masih diperlukan tubuh. Molekul dan sisa cairan lainnya akan dibuang. Reabsorpsi dan pembuangan dilakukan menggunakan mekanisme pertukaran lawan arus dan kotranspor. Hasil akhir yang kemudian diekskresikan disebut urine. Sebuah nefron terdiri dari sebuah komponen penyaring yang disebut korpuskula (atau badan Malphigi) yang dilanjutkan oleh saluran-saluran (tubulus). Setiap korpuskula mengandung gulungan kapiler darah yang disebut glomerulus yang berada dalam kapsula Bowman. Setiap glomerulus mendapat aliran darah dari arteri aferen. Dinding kapiler dari glomerulus memiliki pori-pori untuk filtrasi atau penyaringan. Darah dapat disaring melalui dinding epitelium tipis yang berpori dari glomerulus dan kapsula Bowman karena adanya tekanan dari darah yang mendorong plasma darah. Filtrat yang dihasilkan akan masuk ke dalan tubulus ginjal. Darah yang telah tersaring akan meninggalkan ginjal lewat arteri eferen. Di antara darah dalam glomerulus dan ruangan berisi cairan dalam kapsula Bowman terdapat tiga lapisan:
  1. kapiler selapis sel endotelium pada glomerulus
  2. lapisan kaya protein sebagai membran dasar
  3. selapis sel epitel melapisi dinding kapsula Bowman (podosit)
Dengan bantuan tekanan, cairan dalan darah didorong keluar dari glomerulus, melewati ketiga lapisan tersebut dan masuk ke dalam ruangan dalam kapsula Bowman dalam bentuk filtrat glomerular. Filtrat plasma darah tidak mengandung sel darah ataupun molekul protein yang besar. Protein dalam bentuk molekul kecil dapat ditemukan dalam filtrat ini. Darah manusia melewati ginjal sebanyak 350 kali setiap hari dengan laju 1,2 liter per menit, menghasilkan 125 cc filtrat glomerular per menitnya. Laju penyaringan glomerular ini digunakan untuk tes diagnosa fungsi ginjal. [2]
Jaringan ginjal. Warna biru menunjukkan satu tubulus
Tubulus ginjal merupakan lanjutan dari kapsula Bowman. Bagian yang mengalirkan filtrat glomerular dari kapsula Bowman disebut tubulus konvulasi proksimal. Bagian selanjutnya adalah lengkung Henle yang bermuara pada tubulus konvulasi distal. Lengkung Henle diberi nama berdasar penemunya yaitu Friedrich Gustav Jakob Henle pada awal tahun 1860-an. Lengkung Henle menjaga gradien osmotik dalam pertukaran lawan arus yang digunakan untuk filtrasi. Sel yang melapisi tubulus memiliki banyak mitokondria yang menghasilkan ATP dan memungkinkan terjadinya transpor aktif untuk menyerap kembali glukosa, asam amino, dan berbagai ion mineral. Sebagian besar air (97.7%) dalam filtrat masuk ke dalam tubulus konvulasi dan tubulus kolektivus melalui osmosis. Cairan mengalir dari tubulus konvulasi distal ke dalam sistem pengumpul yang terdiri dari:
  • tubulus penghubung
  • tubulus kolektivus kortikal
  • tubulus kloektivus medularis
Tempat lengkung Henle bersinggungan dengan arteri aferen disebut aparatus juxtaglomerular, mengandung macula densa dan sel juxtaglomerular. Sel juxtaglomerular adalah tempat terjadinya sintesis dan sekresi renin
Cairan menjadi makin kental di sepanjang tubulus dan saluran untuk membentuk urin, yang kemudian dibawa ke kandung kemih melewati ureter.

Fungsi homeostasis ginjal

Ginjal mengatur pH, konsentrasi ion mineral, dan komposisi air dalam darah.
Ginjal mempertahankan pH plasma darah pada kisaran 7,4 melalui pertukaran ion hidronium dan hidroksil. Akibatnya, urine yang dihasilkan dapat bersifat asam pada pH 5 atau alkalis pada pH 8.
Kadar ion natrium dikendalikan melalui sebuah proses homeostasis yang melibatkan aldosteron untuk meningkatkan penyerapan ion natrium pada tubulus konvulasi.
Kenaikan atau penurunan tekanan osmotik darah karena kelebihan atau kekurangan air akan segera dideteksi oleh hipotalamus yang akan memberi sinyal pada kelenjar pituitari dengan umpan balik negatif. Kelenjar pituitari mensekresi hormon antidiuretik (vasopresin, untuk menekan sekresi air) sehingga terjadi perubahan tingkat absorpsi air pada tubulus ginjal. Akibatnya konsentrasi cairan jaringan akan kembali menjadi 98%.